Puskesmas Bojong Nangka Terima Kunjungan Baseline Survey Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Bojong Nangka, 20 November 2025 — UPTD Puskesmas Bojong Nangka menjadi pilot project Baseline Survey Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (20/11) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten.
Kepala UPTD Puskesmas Bojong Nangka, dr. Faizah, menyambut hangat kedatangan Tim Konsultan Nasional dan Internasional SBM Global Fund, Tim Kerja Surveilans Kewaspadaan Dini Penyakit Potensi KLB/Wabah, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, dr. Faizah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Puskesmas Bojong Nangka sebagai pilot project Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) di Kabupaten Tangerang. “Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari upaya penguatan Surveilans Berbasis Masyarakat. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi KLB atau wabah di wilayah kami,” ujarnya.
Pada sesi pemaparan, Arief Satiawan, S.KM, mewakili Puskesmas Bojong Nangka, menjelaskan secara komprehensif mengenai proses implementasi kegiatan SBM yang telah berjalan. Mulai dari mekanisme pelibatan kader masyarakat, alur pelaporan, hingga capaian-capaian yang telah diperoleh dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dini penyakit.
Kegiatan ini juga mendapatkan perhatian khusus dari Konsultan Internasional Global Fund asal Kenya, Mrs. Imelda. Dalam tanggapannya, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan SBM di Puskesmas Bojong Nangka. “Saya sangat bangga dan berterima kasih atas penyambutan yang begitu baik. Implementasi SBM di Puskesmas Bojong Nangka menunjukkan kualitas kerja yang sangat mengesankan dan patut menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” ungkapnya.
Kegiatan Baseline Survey SBM ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas daerah dalam pelaksanaan surveilans berbasis masyarakat, sekaligus meningkatkan ketanggapan sistem kesehatan dalam menghadapi potensi ancaman penyakit di masa mendatang.
(Puskesmas Bojong Nangka/Promkes/rfn)
Nomor : PR/093-PKMBJNK/XI/2025
Berita Lainnya
-
29 May 2026
Kelas Ibu Hamil di Kampung Gurubug, Puskesmas Bojong Nangka Tingkatkan Pengetahuan Ibu Menuju Persalinan Sehat
Bojong Nangka, 22 Mei 2026 – Puskesmas Bojong Nangka melaksanakan kegiatan Kelas Ibu Hamil pada ...
-
29 May 2026
Puskesmas Bojong Nangka Laksanakan Kegiatan Prolanis di RW 21 Kelurahan Bojong Nangka
Bojong Nangka, 21 Mei 2026 – Puskesmas Bojong Nangka melaksanakan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis ...
-
29 May 2026
Puskesmas Bojong Nangka Tingkatkan Peran Kader melalui Pemberdayaan Implementasi 5 Pilar STBM
Bojong Nangka, 21 Mei 2026 - Puskesmas Bojong Nangka melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kader dalam rangka ...
-
29 May 2026
Tingkatkan Mutu Pelayanan, Puskesmas Bojong Nangka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Fasilitas Kesehatan Jejaring
Curug Sangereng, 21 Mei 2026 — Puskesmas Bojong Nangka melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi fasilitas ...
-
25 May 2026
Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Supervisi Fasilitatif di PMB Siti Maesaroh, Wujudkan Pelayanan Kesehatan yang Aman dan Berkualitas
Bojong Nangka, 20 Mei 2026 - Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, ...