Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
11 Jul 2025 174 pembaca ADMIN Puskesmas Bojong Nangka

Inovasi TEGAS PENTING dari Puskesmas Bojong Nangka: Deteksi dan Atasi Stunting dengan Pendekatan Kolaboratif

Bojong Nangka,   Juli 2025 — Puskesmas Bojong Nangka kembali menghadirkan gebrakan inovatif dalam upaya penurunan angka stunting di wilayahnya melalui program TEGAS PENTING, akronim dari Temukan, Gali Informasi, dan Atasi Penyebab Stunting. Inovasi ini menjadi jawaban konkret terhadap tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia, yakni tingginya prevalensi stunting yang menurut Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 masih mencapai 24,4% secara nasional dan 26,4% di Kabupaten Tangerang.

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang bersifat pasif dan terpisah antar program, TEGAS PENTING hadir dengan strategi aktif, terintegrasi, dan berbasis kasus. Program ini mendorong deteksi dini balita stunting dan risiko stunting melalui kunjungan rumah, rujukan lintas program, hingga pelaporan masyarakat. Setiap balita yang terdeteksi akan melalui proses validasi antropometri langsung oleh petugas gizi menggunakan standar WHO.

Yang membuat program ini istimewa adalah tahapan “Gali Informasi” yang menyeluruh. Tim lintas program – termasuk dokter, bidan, promkes, sanitarian, dan analis laboratorium – melakukan wawancara keluarga, observasi lingkungan rumah, dan penelusuran faktor penyebab stunting secara mendalam. Mulai dari riwayat pemberian ASI, pola makan, penyakit infeksi berulang, sanitasi, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga, semuanya dianalisis sebagai dasar intervensi yang tepat dan spesifik.

“Bukan sekadar menimbang dan memberi PMT, tetapi benar-benar menyelesaikan akar masalahnya,” ujar Kepala Puskesmas Bojong Nangka. Ia menambahkan, program ini juga melibatkan edukasi keluarga berbasis kasus, bukan lagi penyuluhan massal yang kurang tepat sasaran.

TEGAS PENTING memanfaatkan perpaduan pendekatan manual dan digital. Di lapangan, petugas menggunakan formulir observasi, kunjungan rumah, dan edukasi tatap muka. Di sisi lain, pemanfaatan Google Form, dashboard digital, dan WhatsApp Group digunakan untuk mempercepat pelaporan, validasi data, hingga pelacakan tindak lanjut intervensi.

Program ini terbukti efektif. Dalam beberapa bulan terakhir, telah terjadi peningkatan pelaporan kasus stunting dan gizi kurang, serta intervensi yang lebih cepat dan tepat sasaran. Bahkan, sejumlah balita yang sebelumnya mengalami gizi buruk telah menunjukkan kemajuan signifikan berkat intervensi lintas program dan dukungan keluarga.

“Dulu kami hanya dapat informasi dari Posyandu. Sekarang, kami bisa ikut serta melaporkan anak-anak yang berisiko, dan tim Puskesmas langsung datang,” ungkap salah satu kader kesehatan di Kelurahan Bojong Nangka.

Tak hanya keluarga dan masyarakat yang diuntungkan. Pemerintah daerah kini memiliki data yang lebih akurat dan real-time mengenai kondisi gizi balita di lapangan. Hal ini sangat membantu dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan program penurunan stunting.

TEGAS PENTING diharapkan dapat menjadi model nasional dalam penanggulangan stunting berbasis komunitas dan data valid. Dengan komitmen dan kolaborasi lintas sektor, Puskesmas Bojong Nangka membuktikan bahwa inovasi sederhana, jika dirancang dengan tepat, dapat memberikan perubahan besar bagi masa depan anak bangsa.

(Puskesmas Bojong Nangka/Promkes/rfn)
Nomor : PR/057-PKMBJNK/VII/2025






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.